Selamat datang
Setiap hari kamu menerima dan meneruskan pesan di media sosial dan grup percakapan. Tapi pernahkah kamu memeriksa dulu apakah isinya benar? Di modul ini kamu akan berlatih menjadi pemeriksa fakta dan memutuskan tindakan yang bertanggung jawab.
Berkesadaransadari apa yang kamu bagikan. Bermaknapakai kasus yang dekat dengan hidupmu. Menggembirakanmain tebak, jadi detektif, dapat umpan balik langsung.
Tujuan pembelajaran
- Menjelaskan pengertian fakta, opini, dan hoaks beserta ciri-cirinya.
- Mengidentifikasi situs dan alat periksa fakta yang terpercaya.
- Melakukan verifikasi informasi dengan langkah yang sistematis.
- Menyimpulkan status informasi dan menentukan tindakan yang bertanggung jawab (tidak membagikan atau melaporkan).
Alur belajar (2 JP · 90 menit)
Ikuti tab secara berurutan: Peta konsep → Memahami → Mengaplikasi → Merefleksi → Kuis. Modul ini lanjutan TP 1: kamu akan memakai kemampuan menyusun kueri untuk memeriksa fakta.
Progres: 0 dari 5 bagian dikunjungiPemanasan 1 menit
Tarik napas dalam dan ingat satu informasi yang kamu terima minggu ini. Bagaimana kamu tahu informasi itu benar? Simpan jawabanmu, lalu lihat apakah berubah di akhir pelajaran.
Peta konsep
1. Fakta, opini, hoaks
Perbedaan ketiganya, misinformasi vs disinformasi, dan ciri-ciri hoaks.
2. Ekosistem periksa fakta
Organisasi pemeriksa fakta, media, lembaga resmi, platform, dan alat bantu seperti pencarian gambar terbalik.
3. Langkah verifikasi
Identifikasi klaim → cari hasil periksa fakta → telusuri sumber asli → simpulkan.
Terkait pelajaran lain: Bahasa Indonesia (membedakan fakta dan opini), Pendidikan Pancasila (etika bermedia), Matematika (grafik yang menyesatkan).
Memahami
Permainan: Fakta, Opini, atau Hoaks?
Baca pernyataan, lalu pilih. Pernyataan ini dibuat untuk latihan.
Fakta, opini, dan hoaks
- Fakta: dapat dibuktikan lewat data, dokumen, atau pengamatan. Contoh: Padang adalah ibu kota Provinsi Sumatera Barat.
- Opini: pendapat atau penilaian yang tidak bisa dibuktikan benar atau salah. Contoh: masakan Padang adalah yang paling enak.
- Hoaks: informasi palsu atau menyesatkan yang dikemas seolah-olah benar.
- Misinformasi: keliru, disebarkan tanpa niat menyesatkan. Disinformasi: sengaja dibuat dan disebarkan untuk menyesatkan.
Ciri-ciri hoaks
- Judul atau kalimat provokatif yang memancing emosi (takut, marah, kaget).
- Tidak ada sumber, penulis, atau tanggal yang jelas.
- Mengajak segera menyebarkan, misalnya “sebarkan sebelum dihapus”.
- Memakai gambar atau video lama untuk peristiwa baru.
- Meniru tampilan lembaga resmi, tetapi alamat situsnya berbeda.
Ekosistem periksa fakta
Beberapa pihak saling melengkapi:
- Organisasi dan komunitas pemeriksa fakta, misalnya Mafindo dengan TurnBackHoax, dan CekFakta.com (kolaborasi media).
- Media yang punya rubrik cek fakta.
- Lembaga resmi pemerintah yang memberi klarifikasi.
- Platform digital dengan alat dan fitur pelaporan.
- Pengguna yang memeriksa dan melaporkan informasi mencurigakan.
Alat bantu: Google Fact Check Explorer dan pencarian gambar terbalik (misalnya Google Lens atau Google Images). Alamat dan fitur situs bisa berubah, jadi cari nama situsnya lewat mesin pencari.
Empat langkah verifikasi
- Identifikasi klaim: apa yang sebenarnya dinyatakan?
- Cari hasil periksa fakta di situs pemeriksa fakta atau lembaga resmi.
- Telusuri sumber asli: siapa yang pertama menyampaikan, kapan, dan di mana. Pakai pencarian gambar terbalik untuk foto.
- Simpulkan: fakta, opini, hoaks, atau belum dapat dipastikan. Bila belum pasti, jangan dibagikan. Bila terbukti hoaks, laporkan lewat fitur pelaporan platform atau kanal aduan konten resmi.
Pertanyaan pemantik
Mengapa pesan dari teman dekat tetap perlu diperiksa? Tuliskan pendapatmu.
Mengaplikasi
Kartu kasus
Pilih satu kasus lalu verifikasi dengan empat langkah. Semua kasus dibuat untuk latihan dan tidak memuat data pribadi. Boleh dikerjakan berkelompok 3–4 orang.
Langkah 1. Identifikasi klaim
Pilih klaim utama yang bisa diperiksa.
Langkah 2. Cari hasil periksa fakta
Pilih sumber yang akan kamu buka (boleh lebih dari satu), lalu tekan Buka.
Langkah 3. Telusuri sumber asli
Langkah 4. Simpulkan dan tentukan tindakan
Presentasi dan tanggapan
Presentasikan hasil kelompokmu maksimal 2 menit. Kelompok lain menanggapi dengan format 2 Bintang 1 Harapan: dua hal yang sudah bagus dan satu harapan perbaikan.
Tantangan tambahan
Coba verifikasi sebuah foto atau video dengan pencarian gambar terbalik dan Google Fact Check Explorer. Pilih kasus yang tidak sensitif dan tanpa data pribadi.
Tugas mandiri (sumatif)
Ajak orang tua membahas pesan berantai yang pernah mereka terima, lalu pilih satu informasi untuk diverifikasi (pesan berantai, judul berita, atau gambar), tanpa data pribadi orang lain. Tuliskan:
- klaimnya,
- minimal dua sumber verifikasi (salah satunya situs pemeriksa fakta atau lembaga resmi) beserta tangkapan layar,
- kesimpulan (fakta, opini, hoaks, atau belum dapat dipastikan) dengan alasan,
- tindakan yang akan kamu ambil.
Kumpulkan lewat Google Classroom sebelum pertemuan berikutnya. Kriteria lulus: 78 dari 100.
Merefleksi
Refleksi 3-2-1
Lembar penilaian diri
Jujur saja. Ini bagian dari belajar, bukan untuk mencari nilai sempurna.
Kuis formatif
Pilih jawaban, lalu baca penjelasannya.